Artikel

Jangan Takut Berhenti dari Narkoba, Mulailah Hidup Barumu Sobat BNNK Balangan

Dibaca: 1 Oleh 10 Okt 2019Desember 19th, 2020Tidak ada komentar
Jangan Takut Berhenti dari Narkoba, Mulailah Hidup Barumu Sobat BNNK Balangan
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

BNN.GO.ID, Balangan – Hay Sobat BNNK Balangan Kembali Lagi Kita Berbagi Kisah Seorang Pecandu Narkoba, Bagi para pemakai narkoba dan sudah telanjur menjadi pecandu, jangan pernah takut untuk berhenti. Kesempatan untuk memulai hidup yang lebih baik lagi masih terbentang luas, jangan biarkan kehidupan dikuasai dann diperbudak oleh narkoba. Hidup hanya untuk memakai, mencari narkoba dan tak melakukan apapun yang lebih berguna. Pengguna narkoba bukan penjahat atau pelak kriminal karena mereka hanya korban kejahatan dari para pengedar narkoba.

Rahmadi yang dulunya mantan pecandu narkoba ini bercerita ketika ia menjadi anak orang kaya bisa beli apa saja yang dia mau. Ia menggunakan uang itu sangat tidak bijak, foya-foya, judi dan terjerumus narkoba.

Awalnya hanya coba-coba dengan menggunakan Obat-obatan. “Saya tak bisa lepas dari mengonsumsi Obat-obatan ini, selain rasanya enak juga murah dan mudah didapatkan, harga kisaran 20 ribu rupiah,” Kata Rahmadi.

Beberapa bulan kemudian ia ber dipindah sekolah, di sana ia  mengenal Shabu dan semakin tak bisa lepas dari narkoba, siang menggunakan obat-obatan  lalu malam menggunakan shabu. Ia kerap mengajak teman-temannya untuk ikut memakai dan Rahmadi hampir dikenal oleh para pemakai narkoba.

Rahmadi mempunyai titik balik saat bertemu seorang yang ditakutinya ya itu kakenya sendiri yang menyentuhnya dengankasih sayang, bertanya keadaannya tanpa menghakimi dan merangkulnya dengan segenap kemanusiaan bersama seluruh keluarga besarnya. Rahmadi merasa tersentuh, malu dan bertekad untuk mengkahiri hubungannya dengan narkoba. Rangkaian rehabilitasi ia lakukan dengan tekun, petunjuk rohani dari Kakenya dan pengobatan tradisional dengan terapi pun dijalaninya dengan penuh kesadaran. Lambat laun, Rahmadi pulih dan dapat menjalankan hidupnya dengan normal kembali tanpa narkoba.

Godaan, cobaan bagi Rahmadi selalu ada, teman-teman pecandunya kerap menghampirinya untuk mengajaknya kembali memakai narkoba. Disaat tertentu Rahmadi sempat tergoda apalagi ketika teman-temannya mengiming-imingi narkoba gratisan. Tetapi dengan penuh kekuatan tekadnya, Rahmadi berusaha menolaknya, tak hanya itu, Rahmadi juga berusaha mengajak teman-temannya untuk berhenti mengonsumsi narkoba secara perlahan-lahan. Ada yang menyambut baik ada juga yang meremehkannya namun Rahmadi tetap pada keyakinannya dan niat baiknya. Sehingga beberapa temannya ada yang mengikuti Rahmadi untuk berhenti memakai narkoba. Perjalanan untuk pulih dari narkoba bagi Rahmadi memang tak mudah dan memerlukan berbagai perjuangan keras. Tetapi ada hasil memuaskan dibaliknya.

Lain lagi dengan kisah Bim Bim Slank, yang saya kutip dari sebuah majalah, Bim Bim yang merupakan salah satu motor penggerak Grup Band Slank sempat tersihir oleh narkoba termasuk dua temannya Kaka dan Ivan. Seolah narkoba memberikan kebebasan berekspresi ketika berkarya, iming-iming tersebut selalu disambut Bim Bim dan dua kawannya sebagai doping saat bermusik. Tetapi itu tidak lama, karena Bim Bim, Kaka dan Ivan merasakan dampaknya seiring berjalannya waktu. Tubuh mereka lambat laun digerogoti narkoba, semakin hari semakin kecanduan dan setiap langkah hidupnya yang terbersit hanyalah berpikir bagaimana caranya mendapatkan narkoba ketikka sakaw tiba.  Dukungan dan perhatian Bunda Ipet, orangtua Bim Bim akhirnya menngantarkan mereka pada proses pemulihan. Bim Bim, Kaka dan Ivan menjalani terapi di rumah Bim Bim dengan bantuan therapyst yang didatangkan oleh Bunda Ipet. Pada hari pertama sampai hari ketiga, Bim Bim, Kaka dan Ivan merasakan reaksi terapi yang dahsyat.

Saat sakaw mereka hanya diberikan ramuan herbal sebagai detoksifikasi. Dalam proses ini, mereka mengamuk karena menahan sakit dan nyeri akibat sakaw. Bim Bim dan Ivan cenderung mengamuk di dalam rumah, didampingin Bunda Ipet. Sedangkan Kaka lebih memilih lari keluar dan menghubungi bandar narkoba langganannya. Bandar narkoba datang tetapi langsung ditangkap dan diserahkan kepada yang berwajib.

Kaka akhirnya ikut menjalani pemulihan bersama Bim Bimm dan Ivan. Dari proses detoksifikasi tersebut, mereka berangsur-angsur pulih dan semua racun keluar melalui feses yang berwarna hitam. Dalam hari ke tujuh proses pemulihan, mereka sudah merasa segar dan dilanjutkan dengan terapi lanjutan serta pengobatan medis. Pendekatan secara rohani pun dilakukannya.

Inisiatif Bunda Ifet sebagai orangtua yang sangat pedulu terhadap anaknya serta teman-temannnya, sangat membantu proses pemulihan mereka. Sampai sekarang Bim Bim,Kaka dan Ivan sudah terlepas dari jeratan narkoba dan sudah dapat berkarya dengan total tanpa narkoba. Ekspresi mereka pun semakin berisi dan karirnya semakin cemerlang tanpa narkoba.

Dari pengalaman Rahmadi, Bim Bim Slank diatas, bisa diambil kesimpulan bahwa melalui proses rehabilitasi ini para pecandu dapat pulih kembali dan dapat menjalani kehidupannya seperti sedia kala. Jika ada pecandu atau pemakai narkoba yang berkeliaran di sekitar kita, jangan ragu untuk melaporkannya demi kebaikan pecandu supaya memperoleh haknya untuk hidup sehat dan menjalani kehidupannya dengan baik.

Bagi para pecandu atau pemakai narkoba, jangan pernah takut untuk berhenti dari mengonsumsi narkoba karena menuruti sakaw, dengan membeli dan memakai terus menerus narkoba bukan sebuah solusi dalam menghilangkan rasa sakitnya. Jika ingin sembuh total, penuhi proses rehabilitasi sampai tuntas dan jalani dengan penuh ketekunan. Niscaya hasilnya akan mengembalikan kehidupannya yang sempat hilang.

Bagi para pecandu dan pemakai narkoba, tak perlu takut apalagi malu ketika ingin melaporkan diri bahwa dirinya adalah pecandu narkoba. Karena pecandu narkoba yang bukan pengedar, akan dianggap sebagai korban penyalahgunaan narkoba. Bukan dianggap penjahat atau pelaku kriminalitas. Semua pecandu yang melaporkan diri ke institusi yang ditunjuk sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Klinik Pratama BNNK Balangan setempat akan dilayani dengan baik dan kekeluargaan. Dan pemerintah memberkan pengobatan dan proses rehabilitasi gratis sampai sembuh.

Para pecandu atau pemakai narkoba yang melaporkan diri atas inisiatif dirinya sendiri, proses rehabilitasi bukanlah hukuman tetapi sebagai proses penyembuhan. Dalam prosesnya, mereka akan mendapatkan rangkaian terapi yang berkelanjutan, pemeriksaan psikologis dan fasilitas konseling yang nyaman dengan dokter yang kompeten.

Dengan memenuhi wajib lapor bagi para pecandu dan pemakai narkoba yang bukan pengedar, akan diberikan berbagai fasilitas yang memadai dalam proses rehabilitasinya. Di panti rehabilitasi tak seperti tempat orang pesakitan atau orang buangan. Semua konsepnya dibuat secara kekeluargaan. Setiap pasien akan melalui tahap pemeriksaan dan konseling untuk diketahui sampai level mana tingkat keparahannya. Setelah itu pasien akan diberikan pilihan perawatan jalan atau inap.

Tetapi ada baiknya pasien rehabilitasi menjalani rawat inap agar tetap terkontrol selama proses penyembuhannya.

Semua pecandu dan pemakai narkoba jika ada kesadaran untuk berhenti memakai, akan menndapatkan berbagai keuntungan dalam hidupnya. Selain mendapatkan kesempatan kedua untuk memulai hidup barunya, mereka juga akan berkarya kembali dan bermanfaat untuk orang sekitarnya. Jika punya keinginan dan niat baik, serta ketekunan dalam berobat, segala cita-citanya di masa lalu sebelum dikuasai narkoba akan timbul kembali. Malah mungkin akan lebih bersinar kembali karena memiliki titik balik seutuhnya yang menjadikan kebangkitannya.

Mantan pecandu narkoba pun tidak perlu takut dijauhi atau disisihkan oleh masyarakat bahkan keluarga karena pernah kecanduan narkoba. Ini bukan aib tetapi pecandu yang bukan pengedar sekali lagi ditekankan bahwa ia adalah korban. Dan mereka berhak untuk sembuh dan diterima kembali dalam kehidupan bermasyarakat. Peran keluarga yang sangat kuat untuk memulihkan kondisi psikologis dan sosialnya dalam masyarakat. Dengan dorongan semangat dan memotivasinya untuk kembali bergaul dan berkarya akan memberikan energi positif dan semangatnya untuk berkarya.

Kekuatan prinsip mantan pecandu untuk menolak ajakan kembali teman-temannya yang masih memakai narkoba pun sangat diperlukan untuk memperkuat posisinya dalam proses pemulihan total. Intinya, kesadaran dari pecandu atau pemakai narkoba itu sendiri sangat berpengaruh terhadap pemulihan yang lebih cepat. Selain dukungan dari keluarga dan lingkungan.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel